She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

cinta = modal ??


berawal dari sesi curhat gwe sama nona satu ini di tengah malam, byasa lah.. curhatan anak muda.. :p as usually, di tengah malam yang dingin dan sepi, otak gwe dan hati gwe biasa berkontraksi mengeluarkan suatu zat yang menyebabkan suatu kondisi dimana otak gwe langsung bekerja layaknya penulis puisi, dan hati gwe mendadak berubah menjadi artis artis sinetron yang prontagonis, dan byasa peran nya adalah anak tiri yang selalu disiksa. oke, singkatnya. gwe mellow. dan tibalah di saat gwe mengetik kalimat ini ke nona itu..




" menyayangi seseorang yang gak menyayangi kita sama dengan mencengkram erat setangkai bunga mawar.. pilihannya cuma 2.. melepasnya atau tetap mencengkramnya dan membiarkan durinya menusuk hingga berdarah.. "




dan disambut dengan sms balasan dari dia,


klo ke stress an u malah bs menciptakan kalimat2 nan indah itu, mending u stress trus tin,, biar gwe bs bangga pnya temen kya u,,




okeh. ini sms balasan dari si nona yang ngakunya sebagai sahabat, tapi gwe disuru tetap stress di tengah malam. grr.. tapi kalimat itu cukup menghiburr gwe di tengah malam, sambil senyam senyum mengumpat dalam hati.. *oops..




yah, lalu karna gwe tidak bisa tidur, akibat 1 masalah itu..


gwe mengepost kalimat MERAH diatas ke status FB gwe, dan tidak menyangka bahwa itu akan menuai kontroversi di tengah malam.. ckck, FYI, gwe ngepost itu jam 12.30 tengah pagi.. mana gwe tau jam segituuu masi banyak yang online.. ckck.. anak zaman skrg.. *berasa uda tua pas ngomong.




dan banyak yg komen.. ckck..


ada yang bertanya kenapa. ada yang ngatain sok asik. =.=" . dan ada yang bilang gwe mencari sensasi.. ckck,, layaknya artis yang ingin menaikan popularitas.




weeell.. gwee agak shock baca komen temen gwe, panggil saja dia om,, nah.. si om ini komenin status gwe.. intinya.. kenapa harus mencintai sampai terluka? kenapa harus menyakiti diri sendiri dengan mencintai seseorang yang gak sayang sama kita? si om ini menggunakan perumpamaan, menganggap CINTA sebagai MODAL.. dan perusahaan sebagai WANITA.
...



"nih ya, ibarat gw investor pengen menanam modal (cinta) ke suatu perusahaan (cewe), yaa, gw pasti cari yang low-risk , credible company yang motivated untuk berkembang..."




si om satu ini mengingatkan gwe sama si mantan. ckck.. mantan.


cara berpikir yang benar benar lelaki, alias gak pake perasaan.


si mantan pernah bilang gini. "kenapa sih cewe harus nangis, gak ngerti deh"


grr.. *eh, jd ngomongin mantan ya? back to topic.


dan gwe.. menghargai komennya, tapi tetap pada pendirian gwe..


modal itu harus timbal balik, alias, kalau kita menanam modal, modal itu harus KEMBALI, bahkan harus berlipat ganda..


tapi CINTA? kadang kita mencintai seseorang yang gak mencintai kita balik. and that's the different. dan itu adalah bagian paling sakit dalam proses cinta.
...



tidak tidak.. gwe gak mau curhaat tentang cinta yang merengek rengek.


gwe cuma lagi berpikir aja, kenapa yah gwe selalu belajar bagaimana melepaskan? pengen sekali kali belajar bagaimana menahan rasa sakit untuk terus mengenggam erat bunga mawar itu, dan memindahkan setangkai bunga mawar itu ke dalam VAS milik gwe, yang tiap hari bisa gwe nikmati keindahannya. kenapa harus selalu melepaskan? kadang suka merenung sendiri. apa gwe terlalu takut menahan rasa sakit itu? sampai gwe selalu menjadi pribadi yang takut sakit, dan memilih untuk melepaskan.


...



dan itu yang selalu gwe lakukan. setiap kali gwe sakit hati. gwe menarikk diri, dan mengubur dalam dalam apa yang gwe rasain. dan menghindar dari kenyataan. pengecut? yah. mungkin itu namanya. pengecut yang terlalu takut untuk disakiti sehingga memilih untuk pergi tanpa berani berjuang.


...


setelah dipikir pikir, mungkin gwe sama si om itu, satu pemikiran. bedanya dia mengungkapkan itu lewat perkataan, dan parahnya gwe lewat perbuatan. karna gwe gak bisa menerima MODAL itu kembali, maka gwe menarik semua MODAL itu dari PERUSAHAAN tersebut. karena gwe gak mau bangkrut dan rugi karena menanam MODAL di PERUSAHAAN yang (gwe anggap)salah.

...






setelah dipikir lebih dalam, mungkin om itu benar.. cinta mungkin bisa diibaratkan dengan modal. ketika kita menanam modal di suatu perusahaan, kita pasti mengharapkan keuntungan kembali. namun ketika kita memutuskan untuk menanam modal, tentu kita sudah memikirkan hal terburuk yang mungkin saja dapat terjadi, yaitu kita menanam modal di perusahaan yang salah, lalu perusahaan itu collapse, dan modal kita hilang seketika dan kita kehilangannya. sama dengan cinta. ketika kita memutuskan untuk mencintai seseorang, tentu saja kita mengharapkan ia memiliki perasaan yang sama terhadap kita. tapi ketika kita memutuskan hal tersebut, jauh di dalam lubuk hati kita, kita tau kemungkinan terburuknya. yaitu, dia tak memiliki perasaan yang sama. lalu cinta kita seperti terbuang sia-sia. betul?

...






jadi mungkin sebenarnya bukan gender yang membedakan. bukan karena dia seorang lelaki yang berpikir menggunakan logika, sedangkan perempuan memakai perasaan, yang memutuskan untuk melepaskan, atau tetap berjuang demi cinta. tapi melepaskan atau berjuang. tergantung sama keputusan yang tiap individu ambil. bukan karena gender. bukan karena logika. bukan karena perasaan. karena sesungguhnya cinta itu jauh melampaui dari sekedar perasaan ataupun logika.

...







ps :: duh, gak menyangka artikel ini akan berakhir dengan predikat article curahan hati gak jelas, percayalah. ini bukan niat saya awalnya.. tapi jari" ini refleks mengarang seperti ini..:(




2 comments:

renza said...

Lawannya cinta adalah nafsu..Cinta membuat seseorang rela berkorban untuk menyenangkan hati orang lain,sedangkan nafsu rela mengorbankan orang lain demi menyenangkan dirinya sendiri..jd kalo blom berani sakit,jgn jatuh cinta deh mendingan..hahaha..=p

Suninsane said...

Atin!!!! lo jahat banget..
masa gw di bilang Om....
hufff... Muka gw kan masi imut2...
kalo emank gw jadi Om" , pasti jd nya, om2 ter lucuuu di dunia..hihi

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.