She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

surat pendek untuk KAMU..

halo.
maaf ya.
belakangan ini aku (sok) sibuk dengan kegiatanku yang gak penting.
sehingga aku perlahan mulai melupakanMu dan kegiatan mengobrol kita di malam hari.
aku tau Kamu pasti kecewa.
karena sikapku. tidak sesuai dengan apa yang aku katakan selalu setiap hari minggu.
tiap kali aku berkunjung ke rumahMu, yang aku katakan pasti aku mencintaiMu.
lebih dari siapapun.
lebih dari apapun.
lebih dari facebook.
lebih dari twitter.
lebih dari smsan sama dya.
tapi kenyataannya.
aku lebih mendahulukan itu semua.
dan mulai mengantuk ketika aku kembali ke kamar.
dan aku hanya berbicara singkat denganMu.
mengganti waktu pembicaraan kita yang harusnya panjang.
menjadi beberapa kalimat saja.
ucapan terima kasih.
dan selamat malam.
maav yah.
aku memang munafik.
tindakanku gak sesuai sama apa yang aku ucapkan.
tapi.
entah mengapa Kau selalu baik, penuh kasih.
Kau tak pernah marah. ato mungkin Kau menahannya.
ya. Kau memang sangat baik.
kalau aku jadi Kau.
pasti aku marah besar.
kepada mereka yang bilang cinta padaku.
tapi tak pernah menunjukannya lewat perbuatan.
hm.
ribuan kali aku meminta maav.
tapi Kau tetap mengampuniku.
sekali lagi aku minta maav.
aku mencariMu, ketika yang di dunia ini mulai mengecewakanku.
mulai meninggalkanku.
aku sungguh merasa bersalah.
aku mencariMu hanya disaat aku membutuhkanMu.
tanpa peduli apa Kau membutuhkanku juga.
aku egois. iya. aku egois.
aku egois, dan mungkin lebih dari itu, aku bodoh.
terlalu sering dikecewakan oleh manusia.
tapi ketika masalah datang.
yang aku cari mereka.
bukan Engkau.
bodohnya aku.
padahal aku tau, semua jawaban adanya padaMu.
tapi aku tetap mencari dan mengandalkan manusia.
ketika aku tersadar bahwa mereka sesungguhnya tak peduli.
aku baru mencariMu.
menangis di bawah kakiMu.
dan mengharapkan Kau datang ke kamarku.
dan memelukku.
sekali lagi.
maav.
telah menomorduakan Engkau. bahkan menomor sekian kan Engkau.
ajar aku yah.
peringati aku.
bisikkan ke telingaku.
ingatkan aku.
bahwa cuma Kamu yang benar-benar peduli.
pada kegiatanku.
pada ceritaku.
pada masalahku.
pada air mataku.
yah.
cuma Kamu yang peduli.
terima kasih.
karena tak pernah bosan mendengar permintaan maav ku.
karena selalu mendengarkan keluh kesahku.
karena selalu ada ketika aku butuh.
terima kasih.

aku cinta Kamu.
sungguh.
semoga Kamu percaya.
aku tau.
pasti Kamu percaya.

:)



0 comments:

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.