She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

hold on for a little while


cerita ini bakalan panjang, dan pastinya sangat memberkati, jadi sebelum baca, siapkan segelas teh manis hangat, ditemani pisang goreng :) gwe dapet notes ini dari kaka kelas yang ngepost ini via facebook, dan W.O.W .. memberkati banget.. jadi, mari silahkan baca.. (nb: ijin copy-paste sudah didapat)


Aku diingetin untuk nulis lagi ketika dengar share dari temanku yang baru aja ikut sebuah camp di gerejanya.

Dalam camp itu, ada sebuah sesi yang namanya "Facing your Giants". Di sesi ini, peserta disuruh meniup balon sampai balon itu pecah. Kalau untuk orang lain, mungkin ngga terlalu susah dan mengerikan, palingan sakit sedikit gara-gara kejepret balon yang pecah. Hehehe... Tapi ngga buat temanku ini. Sejarahnya, dia punya trauma dan mungkin phobia sama balon. Waktu kecil, ada balon yang pecah tepat di depan muka dia dan bikin dia takut sama balon.

Salah seorang teman kelompoknya lapor ke "komandan" (panggilan salah satu yang bertanggung jawab di camp itu. Tapi karena ini bukan camp atau retret biasa, ngga ada yang namanya panitia memanjakan peserta. Sebab di camp ini, mereka diajarin untuk memimpin dan melayani dengan excellent. Mendengar itu, komandan malah memerintah untuk harus melakukan itu.

Ngga mudah buat temanku dan dia mati-matian menolak untuk meniup balon itu. Ngeliat aja udah ngga berani dekat-dekat, ini malah disuruh niup sampai pecah. Tapi teman-teman kelompoknya juga ngga memanjakan dia dan ikut memaksanya untuk melakukan itu. Sampai lama banget dibujuk sama teman kelompoknya, akhirnya ia mau juga melakukan itu.

Teman-temannya ada yang membantu menutup telinganya dan menyuruhnya menutup mata. Ia akhirnya meniup balon itu sambil menutup matanya. Ia terus meniup dan meniup sampai akhirnya DHUARRRR!!! Balon itu pecah.

Masih dengan air mata yang tersisa, dia membuka matanya dan menyadari balonnya sudah pecah. Dia bingung, sejak kapan? Lalu teman-teman kelompoknya bercerita, tadi komandan yang memecahkan balon itu dengan jarum.

Seperti itu dalam kehidupan kita, teman-teman. Ketika kita takut untuk melangkah, ketika sulit bagi kita untuk percaya pada setiap proses yang Tuhan berikan buat kita. Ketika keadaan seakan membuat kita begitu takut dan kita ngga mengerti gimana harus melangkah, Tuhan hanya ingin ketaatan kita, ngga lebih.

Seperti temanku yang berani melangkah untuk menghadapi masalah itu, Tuhan pun ingin kita berani melangkah memasuki proses yang udah Dia sediakan bagi kita, sebab janji dan penggenapan janji yang indah juga sudah menanti kita di hadapan kita.

Ketika kita berani masuk ke dalam proses itu, mungkin segala sesuatunya terasa menakutkan, bahkan mungkin menyakitkan. Ketika kita ngga menyerah dan terus melangkah dalam proses itu, meski ketakutan dan sakit itu ngga hilang. Ketika kita setia dan tiba-tiba semua selesai...

Komandan yang galak dan tegas ini aja tahu, sampai sejauh mana batas kemampuan prajuritnya (peserta camp), apalagi Tuhan kita, Dia tahu sampai sejauh mana batas kekuatan kita. Dan tepat pada waktunya, pertolonganNya pasti datang. Dan ketika itu datang, aku ngga bisa jelaskan, tapi aku percaya, semua itu akan menjadi sangat indah.

Tahu ngga kenapa Tuhan bilang ke bangsa Israel, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang menyertai engkau, Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau" (Ulangan 31:6)?

Kalau dalam konteks bangsa Israel, mereka saat itu sedang bersiap-siap berjalan memasuki promised land, tanah yang Tuhan janjikan untuk mereka. Sedangkan di hadapan mereka, mereka tahu lawan seperti apa yang akan mereka hadapi, begitu mengerikan dan seperti kesempatan mereka untuk menang itu tipis banget. Salah sedikit aja, habislah semuanya. Seperti orang yang sedang ujian hanya dengan 1 nomor, kalau benar 100, kalau salah 0.

Namun Tuhan sendiri yang mengatakan kepada mereka melalui Musa, kuatkan dan teguhkan hatimu. Ini berarti, jangan takut dan maju terus, meski di depan mereka begitu banyak yang harus dihadapi, tapi maju terus dan yakinkan hati mereka bahwa Tuhan yang mereka sembah adalah Tuhan yang akan selalu menyertai mereka dan tidak sedetikpun meninggalkan mereka sendirian.

Keberanian dan ketaatan seperti itulah yang Tuhan inginkan. Persisten, ngga mudah menyerah meski menyakitkan sekalipun.

Tuhan juga mengatakan hal yang sama kepada Yosus, sebagai pemimpin mereka. Tuhan mengatakan itu sampai 4 kali lho, di Ulangan 31:23, Yosua 1:6, 7 dan 9. Ini sesuatu yang penting banget, kuatkan dan teguhkan hatimu, berani melangkah dan tetap melangkah. Jangan berani melangkan lalu stop di tengah jalan. Meski kita ngga mengerti sekarang, tapi melangkah dan melangkah. Meski kita ngga tahu sampai kapan semuanya akan selesai, tapi melangkah. Suatu hari, ketika proses ini selesai, kita akan mengerti, semua hanya karena anugrah. ^^

Turn your eyes upon Jesus
Look full in His wonderful face
And the things on earth
Will grow strangely dim
In a light of His glory and grace
(Turn Your Eyes Upon Jesus-Terry McAlmon)

Lagu ini bicara, apapun yang terjadi, arahkan "mata" mu ke Dia. Mata, hati, seluruh perhatianmu ke Dia. Fokuskan semuanya ke Dia. Karena tepat pada waktunya, Dia yang akan bertindak dan Dia mampu mengubah segala sesuatunya seperti yang Dia inginkan...

Saat keadaan sekelilingku
Ada di luar kemampuanku
Ku berdiam diri mencari-Mu
Doa mengubah segala sesuatu

Saat kenyataan di depanku
Mengecewakan perasaanku
Kumenutup mata memandang-Mu
S'bab doa mengubah segala sesuatu

Reff :
Doa orang benar bila didoakan
Dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman
Berkuasa menyelamatkan

S'perti batang air di tangan-Mu
Mengalir ke mana pun Kau mau
Tiada yang mustahil di mata-Mu
Doa mengubah segala sesuatu
(Doa Mengubah Segala Sesuatu-Jonathan Prawira)

Kita ngga bisa ubah keadaan, ya kan? Satu hal yang bisa kita lakukan, bagaimana kita menghadapi keadaan itu... Membawa smua perhatian dan fokus kita itu bukanlah kata-kata klise teman-teman, pahami itu dengan segenap hati dan imanmu. Lakukan itu dengan hati tertuju padaNya.

Jadilah seperti batang air yang mengalir kemanapun Dia mau, karena Dia akan membawa mu ke tempat bermuara terbaik yang Dia mau buatmu. Seperti layang-layang putus yang terbawa angin, rasanya dia begitu lost, tersesat. Tapi angin itu juga milik Tuhan kan? Biarkan angin itu membawa kita, si layang-layang putus ini, kemanapun Dia mau. Sebab benar-benar ngga ada yang mustahil bagi Dia.

Aku juga mau sedikit share. Baru-baru ini, Dia pun membawa ku ke sebuah proses yang kalau mau pakai kemampuan ku sebagai manusia, aku benar-benar udah pengen banget nyerah. Tapi ketika aku sampai pada titik mengatakan, "Tuhan, aku nyerah aja ya?" Dan Dia berkata, tinggal sedikit lagi, Nak, bertahanlah.

When you feel like you can't hang on anymore, be strong and courageous, hang on for a little while, for you will see the beautiful rainbow at the end of your heavy rain and big storm. He never give up on us, so why we give up on Him? He never leave us and forsaken us. Just keep focus, guys... ^^

I dedicate this specially for my prayer partner... Hang on, partner,, I know you can ^^
GBU all...


(ps : di copy dari ci selviani lakmudin)

0 comments:

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.