She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

tergantung pilihan.

kemaren itu gwe abis nonton spiderman 3.dan di akhir film, (selalu) ada pesan moral.
intinya gini.

"siapa kita ditentukan sama pilihan yang kita buat. kita bisa jadi jahat, bisa jadi baik, semua tergantung sama apa yang kita pilih"..

daaaan..gwe setujuuuu sama ini.
eh coba dipikir, hidup tuh selalu ada pilihan mamen.
siapa yang bilang, "gwe gak punya pilihan lagi..", "cuma itu satu-satunya jalan.."heyy hey hey..
enak sajah.

semua ada pilihannya.
dan pilihlah yang terbaik.

suatu kisah ada seorang yang dihadapkan pada dua pilihan.
hitam, dan putih.
di dasar hatinya ia tahu mana yang baik dan yang benarmana yang salah dan yang buruk
dan hatinya yang terdalam tau apa yang harusnya ia pilih.
tapi ia berkeras hati dan menganggap sepele panggilan hatinya yang terdalam
lalu ia menjatuhkan putusan pada pilihan yang salah, yang hitam.

alhasil, ia salah pilih
dan ia jatuh, begitu sakit dan terpuruk.ia berseru kepada Tuhan, tapi seolah tak ada jawaban.
ia berteriak kepada Tuhan, tapi seakan Tuhan tak peduli.

menurut kamu,
siapa yang harus disalahkan?
..suatu hari gwe lagi bbm-an sama temen gwe,
dan dia kasih gwe ayat ini.

Ulangan 1:43 So I told you, but you would not listen. You rebelled against the Lord’s command... Ulangan 1 :45 ..You came back and wept before the Lord, but he paid no attention to your weeping and turned a deaf ear to you.

di ayat ini, yang gwe dapet. Tuhan dari awal uda bilang.
"jangan begini. jangan begitu."
tapi tetep kita ngebandel, dan ngelakuin yang berlawanan dari yang Tuhan bilang.
lalu kita kalah, kita jatuh, dan kita nyalain Tuhan atas semuanya. tapi Tuhan seakan tutup kuping, seakan mau kita "kapok".


tapi hey hey hey..
don't worry.
Tuhan adalah Allah yang gak tega ngeliat anaknya jatuh terlalu lama. menangis terlalu kencang.
dalam sekejap, Ia pasti akan mengulurkan tangannya, untuk menolong kita.

alkisah ada seorang ayah yang sedang mengajak anaknya yang masih berumur 2 tahun berjalan-jalan di taman. si anak yang sedang lincah-lincahnya berjalan begitu cepat, menyentuh semua benda yang ada di taman tersebut. pohon, bangku, rumput, semua disentuh si anak.

sang ayah yang sangat menyayangi anaknya ini menggandeng si anak dan mempererat genggamannya, takut si anak kenapa-napa.
namun dasar anak kecil, semakin erat cengkraman ayahnya, semakin ia berlari kencang ingin melepaskan pegangan ayahnya.
si anak berontak meronta dan berusaha melepas genggaman ayahnya, karena ia pikir ayahnya menganggu dia dalam menikmati suasana di taman itu.
sang ayah pun tak tega, dan mengendurkan genggamannya.
si anak pun langsung mengambil kesempatan untuk "kabur" dari pegangan sang ayah. berlari-lari menuruni lereng di taman itu, lalu... terjatuh.

sang ayah yang berada di samping si anak langsung menggendong dan memeluk si anak yang sekarang sedang menangis kesakitan.
namun setelah berada dalam pelukan sang ayah, anak ini pun berhenti menangis dan mengajak ayahnya untuk kembali berkeliling taman.
namun kali ini, si anak yang memegang tangan ayahnya, erat.

..
mungkin kita dengan Tuhan bisa diibaratkan dengan hubungan ayah dan anak ini.
kadang kita merasa Tuhan jahat sama kita, membatasi kita dengan segala macam peraturanNya.
merasa Tuhan terlalu ikut campur dalam hidup kita.
kita merasa gak bebas.
gak boleh merokok, gak boleh bohong, gak boleh lakuin dosa ini dan itu, disaat mungkin sekeliling kita semua melakukannya.
lalu kita berusaha berontak.
kita lari dari Tuhan.
kita coba rokok, coba narkoba, atau mungkin nyoba freesex.
lalu kita jatuh.
..
lalu kita marahin Tuhan atas semua yang terjadi di hidup kita.
kenapa koq Tuhan jahat banget biarin kita kena masalah yang begitu berat.
padahal tanpa disadari, kita yang salah, kita yang memilih untuk kabur dari aturanNya.
dan kadang Tuhan biarin kita "jatuh",
supaya kita sadar. kita gak bisa. GAK AKAN BISA, hidup tanpa campur tangan Dia.

0 comments:

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.