She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

bearing cross.

"Semua orang punya salibnya masing-masing.."

Kalimat ini selalu jadi jagoan nyokap gwe kalau gwe udah mulai ngeluh dan iri sama nyokap yang udah keliling dunia berkali-kali, atau iri sama bokap nyokap yang kemana-mana naik mobil, gwe mesti nunggu bus (yang mulai keterlaluan beberapa pagi belakangan ini), atau macam-macam keluhan gwe lainnya.

"Berharap tuh sama Tuhan, bukan sama manusia.."

Nah kalau ini jagoannya nyokap kalau gwe udah mulai ngerengek minta dibeliin mobil. Grr. kesel sih kadang, ini kenapa emak bapak gwe tega banget mereka enak-enak, gwe nya berpeluh gitu naik bus kota, sama angkot.

Pagi ini bus yang biasa gwe naikin ngeselin banget. datengnya super lamaaaaaa.. 45 menit lebih waktu gwe terbuang cuma buat nunggu bus. Sekalinya dateng, busnya kosong, tapi entah kenapa gak mau angkut penumpang.

Terus akhirnya gwe dapet bus, gwe berdiri di paling belakang. Saking gak bisa geraknya, badan gwe cuma bisa ngadep ke belakang, alhasil kerjaan gwe adalah liat-liat mobil pribadi yang berjejeran dibelakang bus, sambil liat tipe-tipe orang di dalamnya.

Suami istri dengan bayinya yang masih kecil di dalam innova putih, Bapak-bapak dengan anak muda di sebelahnya di dalam pajero, supir bersama boss nya di dalam mercy hitam, ibu-ibu sedikit agak menor di dalam jazz merahnya. Lalu gwe berpaling ngamatin tumpukan orang di bus yang gwe naikin, dan gwe senyam senyum ngeliatin satu cowok, yang dari pertama naik bus, ampe beberapa belas menit setelahnya, masih nanyain rute karawaci-sudirman, nanyain nomor-nomor bus, keliatan banget dia masih baru nyicipin bus kota, trus mukanya yang keliatan cupu, dan mau nangis bikin gwe geli sendiri.. cowo padahal.

Dan pagi ini membawa gwe kepada satu kesimpulan, memang semua orang punya 'salib'nya masing-masing buat dipikul. Ada yang salibnya mungkin terlihat ringan oleh orang lain, misalnya si om boss dengan mercy hitamnya itu, tapi siapa yang tau mungkin salibnya gak seringan kelihatannya, siapa yang tau masalah apa yang dia punya di luar sana.

Seberat apapun salib kamu saat ini, percaya deh. Tuhan tau koq seberapa berat yang bisa kita tanggung. Gwe dikelilingi orang-orang luar biasa kuat yang pernah gwe kenal, yang dari luar terlihat penuh tawa, dan bersemangat, tapi ternyata di belakangnya, masalah-masalah lagi ada di pundaknya, dan gak ringan. Gwe kalau jadi mereka, mungkin udah marah-marah sama Tuhan, udah kabur entah ke planet apa, dan hebatnya mereka enggak, masih di bumi, dan berusaha untuk face their problems.

Kenapa? Karena simply Tuhan tau mereka sekuat itu.
Dan ingat, gak ada sesuatu yang gak punya waktu kadaluarsa.
Makanan, pakaian, gempa, badai, semua punya batas akhir.
Begitu juga dengan masalah yang kamu hadapi.
Sekarang, waktunya kuatkan dan teguhkan hatimu, dan pikul salib itu.

:)

Gwe lagi suka banget sama lagu 'bila Kau yang membuka pintu', tapi paling seneng pas di lirik ini,
'segala kuatirku, kuserahkan padaMu, Allah pem'liharaku...........' :"D
comforting enough to know the One who creates the Universe, the One who told the moon to rise every night, the same God, holds my hand and know what's best for me.

have a blessed day ahead,

2 comments:

priscila stevanni said...

Suka banget sama postingan ini, sangat memberkati :))

christine natalia said...

thank you :))))

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.