She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

what (not) to tweet

Hah! Masalah klasik di era modern, twitter.

Follow-Unfollow
Sindir-Disindir
Block

Drama generasi muda zaman ini. 

Beberapa bulan lalu gwe sempet bikin drama kecil untuk ngerjain temen gwe yang ulang tahun, sok-sok marah dan bete sama dia, tapi dianya kayaknya nyante-nyante aja, sampe gwe mencari cara biar klimaks, yaitu, ngetwit. Gwe ngetwit, 'or maybe you're not as good as i thought'. Eh, karna twit itu, dia langsung jleeeeb.. pas uda kasih kue, dia ngaku dia sedihnya justru karna baca twit, bukan karna aksi gwe yang udah susah payah bikin bete dan ngambek. hihi.

Beberapa minggu lalu, gwe juga bikin temen gwe nangis karna twitter, well i don't mean it, gwe hanya mengutarakan what's on my mind through twitter, karena ngomong secara langsung udah gak mempan sama dia.......... dan abis dia nangis, few days after, things changed, dia sadar, trus dia brubah jadi bener kembali.

The Power of Twitter.

Dan hari ini, temen gwe curhat tentang twit seseorang yang dia baca, yang somehow bikin dia merasa terganggu dan cukup bikin dia..... sakit hati.

Dan masih banyyyyyyyyyaaak lainnya kasus karna twitter yang terjadi di gwe, dan sekitar gwe. Sampai pada satu titik, elo dan gwe harus sadar kalau twitter sangat punya pengaruh besar buat mood kita, dan orang lain.
Memang sih, mau ngetwit apa itu hak kita, twitter kita, gak suka? tinggal unfollow. Pasti sebagian besar ngomong gitu. Tapi, we have to know, unfollow bukan sekedar klik, banyak orang yang pengen banget unfollow orang, tapi males drama di belakangnya. Karna kalau unfollow, pasti orang yang di unfollow kalau sampai tau, dia bakal mikir kenapa sampe bisa kita unfollow, dia salah apa, atau bisa aja, dari temen jadi dingin, cuma karna hal sesimpel, unfollow.

i don't say twitter itu negative loh, gwe pribadi, terlalu banyaaaaak tweets yang gwe RT dan gwe setujui. Terlalu banyak tweets yang somehow jadi kayak 'teguran' dari Tuhan, atau 'bisikan' dari Tuhan, dan somewhat, tweet yang seliweran di timeline itu paaaaaaaaaaaaas banget sama apa yang gwe alamin.

and after all these things, satu hal yang perlu gwe, dan kita semua tau. Twitter bukan lagi cuma tempat micro blogging, bukan lagi jadi tempat curhat galau sana sini, tapi twitter, udah jadi senjata ampuh buat nyindir, dan hal negatif lainnya. and i just want to remind myself, and all of us, untuk think twice before you tweet. Gwe, termasuk orang yang sangat frontal di twitter, apalagi dulu. I tweet whatever crosses my mind, dan entah bakat entah unik, tapi gwe dengan mudahnya merangkai 140 kata or less dengan cepat sesaat setelah gwe ngeliat satu kejadian, atau ngalamin satu kejadian yang menurut gwe pas buat di share.

tapi setelah drama twitter sana sini, gwe mulai lebih sering discard my tweet, yes.
Karena sebelum klik 'send tweet', gwe brusaha untuk mikir jauh ke depaaaaaaaaan. Apakah ada orang yang akan tersinggung baca twit gwe, atau lebih parahnya sakit hati karna gwe? apakah ini twit segitu pentingnya sampai gwe harus ungkapin ke ratusan orang, atau mungkin bisa jadi ribuan karna di RT orang lain..........

yeah. memang jadi ribet. dan somehow, gwe masih tetep send tweet anyway sambil bergumam 'ah bodooo..'
but i'm trying on it nowadays, i think twice, or even more. twitter memang media sosial yang terbuka, tapi, somehow, pengguna twitternya, belum se-open minded itu untuk gak tersinggung dengan apa yang kita utarakan. :))

yah, cuma opini sih......................

0 comments:

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.