She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

First Met.

"Coba deh kalian inget lagi kasih mula-mula... Waktu awal kalian kenal Tuhan, waktu awal kalian bertobat, waktu awal kalian berapi-api sama Tuhan, waktu awal dimana kalian pertama kali terima Yesus sebagai Juruslamat..."

Sebagai orang Kristen, pasti kita sering banget denger kalimat ini, ratusan kali, atau bahkan lebih, kalimat yang selalu dilontarkan oleh pendeta, atau kakak gereja kita, atau siapapun ketika topik yang lagi dibawain adalah tentang kasih mula-mula.

Dan, berapa kali kalian bingung sebenernya dalam hati, mau jawabnya gimana. Pernah? Gwe? sering. Atau mungkin nyaris selalu bingung tiap kali pendeta ngomong gitu, dalam hati gwe mencoba berpikir kapan gwe pertama kali terima Tuhan Yesus dalam hati gwe, kapan gwe pertama kali bertobat, dan hasilnya? gwe gak pernah inget the exact date and day.

Tadi siang, pas makan bareng temen gwe, again those sentences coming up, lagi ngomongin tentang gak jauh-jauh, passion sama Tuhan, passion buat jiwa-jiwa, dan again, gwe mencoba berpikir lagi, kapan gwe dulu ngerasain kasih yang mula-mula itu.

I was born in Christian family, gwe dibesarkan di lingkungan persekutuan doa, dibesarkan di lingkungan gereja, dan bahkan buku yang pertama kali gwe baca (kata nyokap), alkitab. Those things gak membuat gwe jadi suci, dan jauhhh dari dosa. I am a sinner. Tapi karena gwe lahir udah jadi kristen, i could never remember the first day i accept Jesus to be my Savior. Sepanjang yang gwe inget, tiap kali retreat sekolah minggu, pas ditanya siapa yang mau terima Tuhan, i always raise my hands up.

I'm not orang-orang yang masa lalunya rusak banget, then ketemu Tuhan somehow, bertobat lalu dibaptis, dan kemudian punya titik balik yang signifikan dalam hidupnya, so they know exactly the moments they repented. Enggak, gwe gak punya momen kayak begitu dalam hidup gwe. Bisa diibaratkan gwe sama Tuhan kayak sisterhood, brotherhood, dari lahir udah tau He is my God, dari kecil udah dibiasain buat pray to Him. *but still i do make lots of sins since i could remember*

So, setiap kali kalimat 'coba inget awal mula kalian kenal Tuhan?', i am so speechless about how the feelings about. Sampai.......... tadi pas makan siang, pas temen gwe cerita, gwe cuma keinget satu hal....... 

Yah, mungkin gwe memang gak pernah tau gimana perasaannya bertobat dari jalan yang rusak parah, lalu ketemu puteran balik dan berbalik ke Tuhan, then dari situ jadi radikal. Mungkin gwe memang gak pernah ngalamin proses yang segitu keliatan U-Turnnya. 

Tapi, gwe sering ngalamin yang namanya pulang retreat, terus yakin banget dan bahkan berjanji sama Tuhan dan diri sendiri kalau mulai hari itu, gwe bakal baca alkitab tiap hari 10 pasal, bakal saat teduh 1 jam per hari, bakalan setiap hari bbm-in temen gwe ayat alkitab, bakalan berdoa buat kampus, buat keluarga, buat ini, buat itu. 

Then i realized something, the moment i repent, again and again and again, itulah kasih mula-mula in my opinion. Disaat-saat gwe baru pulang dari retreat, baru pulang dari kkr, disaat gwe meyakinkan diri sendiri untuk 'mulai saat ini, gwe bakal blablabla', it's called kasih mula-mula. Even when i fail again, and again, and again, i can always find His Grace, dan again merasakan yang namanya kasih mula-mula.

Jadi, bagi yang senasib sama gwe, bagi yang selalu cengo disaat pendeta mulai ngomong 'coba deh inget dulu pas awal kalian bertobat dan terima Tuhan..' selooooooooooooooow guys, now you have something to think about. Ketika pendeta mulai ngomong gitu, kalian bisa nostalgia ke momen-momen dimana Tuhan berasa dekeeeeeet banget sama kita, saat-saat dimana kita janji sama Tuhan, kita mau jadi anak Tuhan yang taat, cuma mau nyenengin hatiNya aja, cuma mau melakukan apa yang jadi maunya Tuhan aja. Think of those things.

and yeah, those 'kasih mula-mula' feelings will overflow in our heart, and it's a super menye yet unyu feeling. :") so again, ask Him to overwhelm our hearts with those kinds of love, when we first (again) met Him, after a while of separation.

2 comments:

Lasma Frida said...

Suka banget sama tulisan kamu ini, Tin. Jadi lihat lagi gimana cara Tuhan membentuk seseorang. Ga sama dan pasti beda.

Tuhan ga pernah membuat alur cerita yang sama untuk semua orang, tapi ujungnya pasti sama. Happy ending, bareng2 Dia forever. Happily ever after.

christine natalia said...

yepppppp beener, Creative God, creative ways :D

thanks kak :)

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.