She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

Cling to God

Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Roma 12:12

Bukan sedang ingin menggurui ataupun menasehati, tapi sungguh, kaget banget denger kotbah dari Pastor Yusuf kemarin Minggu di GBI Emporium (Iya saya lagi ngungsi dari Senci, ke Empo.. masih satu pastoral koq :p). Mungkin bagi beberapa orang, ini ayat biasaaaaaaaaaaa banget ya? Sering banget baca ayat ini. But for me, that time, i've again, been reminded, betapa Tuhan memang ada dan ngawasin saya (entah dari jauh atau dari dekat).

Pasalnya belakangan waktu ini, saya hilang sukacitanya, rasanya mau marah-marah mulu. Gak lagi putus cinta, gak lagi PMS, cuma rasanya gampang banget kesulut emosi, apalagi kalau udah berhubungan sama adek semata wayang yang makin hari makin (kata orang lucu) bawel banget. Terus, sabar? Beh. Rasanya stok kesabaran udah tipiiiiiiiiis banget nyaris abis. Doa? Nah itu lagi. Saya masih berdoa koq, hanya saja sebatas 'Tuhan thank you buat blablabla'. atau 'Tuhan mau tidur nih, blablabla', saya tidak lagi menganggap Tuhan teman curhat atau Tuhan teman untuk berdoa bagi seseorang. Saya beberapa waktu ini menganggap Tuhan lebih menjadi atasan yang saya harus melapor kalau mau tidur dan makan. 

Dan tentu saja saya shocked, disaat kehidupan rohani dan jiwani sedang begitu, pastor di gereja kotbahnya tentang begitu. Iya, saya ditegor Tuhan. Tapi bukankah lebih baik ditegor daripada didiamkan? Setidaknya saya tahu, Tuhan tetap memperhatikan saya meskipun saya jauh dari kata anak baik belakangan ini. 

Ada satu ilustrasi yang bagus banget yang disampein kemaren Minggu, kata pastornya, sebuah besi itu kalau jarang dipanasin malah jadi karatan. Besi yang sering kena panas malah kecil kemungkinannya untuk karatan. Wiw. Jadi kalau kena panas alias kena proses, justru itu bagus buat melatih kita makin serupa sama apa yang Tuhan mau.

Seperti biji kecil yang ditanam di tanah, diatasnya dikasih batu supaya biji ini gak main tumbuh keatas, tapi tumbuh kebawah dulu sampai akarnya gedeee, panjangg dan kuat sampai akhirnya ketika biji ini naik tumbuh keatas, dia punya akar yang kuat yang gak akan bikin si pohon gampang goyah waktu kena angin badai.

Nah, sekarang pilihannya, pas kita merasa ada batu gede banget diatas kita, kita milih berakar kuat kebawah atau milih mati aja? Sekali lagi saya diingatkan, ketika rasanya saya ingin 'mati' aja, tapi Tuhan ingetin 3 tips diatas, alias tips tersebut artinya saya disuruh berakar kuat kebawah, berakar kuat pegangan sama Tuhan.

Pegangan sama Tuhan ya hai jiwaku......

:")

*ps: sedang berulang kali muter lagu 'be it unto me'nya don moen..

0 comments:

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.