She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

This kind of Faith.

Biggest Faith not found in the midst of richness, glamorous things around, or in the most expensive wedding party, but biggest Faith found in the funeral homes, in those hearts who still worship God in their tears and brokenhearted.

Semalam gwe ke rumah duka, mami dari my best friend passed away setelah 3 tahun lebih melawan kanker :") now she is in better place, we all believe. Seorang tante yang luar biasa imannya, dalam sakitnya all she said is her Faith in God dan telling people not to lose Faith in Him. Dan tante ini menciptakan satu sosok luar biasa, yaitu dia, seorang sahabat, teman curhat, atau biasa kami saling memanggil, tong sampah. Seseorang yang luar biasa imannya, seseorang yang hidupnya melebihi kisah sinetron cinta fitri, segala macam konflik dan kesedihan, kekecewaan, kegagalan yang ia alami gak membuat dia merasa putus asa dan tawar hati sama Tuhan.

Malam itu gwe (dan yang lain) merasa digeplak, saat dia maju ke depan untuk kesaksian dikit tentang maminya, all she said is, 'jangan ngeluh, jangan larut dalam kesedihan, jangan galau, justru kita harus jadi kesaksian buat banyak anak-anak muda di luar sana'. Kalimat itu keluar dari seseorang yang punya seribu satu alasan untuk marah sama Tuhan, seseorang yang punya seribu satu alasan untuk tawar hati dan lari dari Tuhan, seseorang yang punya seribu alasan untuk kecewa sama Tuhan justru malah encourage orang-orang untuk gak ngeluh! Kepergian papinya satu tahun lalu karena sakit, kepergian maminya semalam, dan berbagai permasalahan kehidupan lainnya yang gak bisa di share disini pastinya, itu semua alasan masuk akal untuk seorang manusia untuk teriak, 'mana Tuhan???' dan pergi begitu aja.

Tapi dia enggak, dia yang jadi tempat curhatan banyak orang, dia yang jadi contoh bagaimana harus tetap bersukacita dalam segala hal, dia yang luar biasa disayang Tuhan, dia tetap beriman sama Tuhan di atas segalanya.

Rasanya semalam maluuuuuuu banget, rasanya diri sendiri marahin hati dan otak sendiri, 'pantes lo ngeluh sama hidup lo? pantes lo marah sama Tuhan cuma karena (isi sendiri dengan masalah kalian)? pantes lo kecewa sama Tuhan cuma karena orang lain punya (isi sendiri) dan lo enggak?' Malam itu gwe yang beberapa hari lalu baru aja rasanya mau kabur dari Tuhan dengan alasan yang cemen banget disentil sama para malaikat, 'lihat dia, dengan segala proses berat yang dia alami, dengan segala beban yang dia tanggung, dengan segalanya yang terjadi dalam hidup dia, dia tetap percaya sama Tuhan dan tetap punya iman.'

Lalu gwe teringat ayat ini,
But how much of that kind of persistent faith will the Son of Man find on the earth when He returns? (Luke 18:8b versi the message)

Dan baru tersadar, ternyata sesuatu yang berharga di zaman-zaman akhir ini bukanlah emas, bukan nilai terbaik, bukan keluarga terharmonis, bukan kesuksesan terhebat, bahkan bukan orang terbaik dan termanis dan tercantik dan segala ter- lainnya. Tapi hal yang berharga yang dicari Tuhan pas Dia datang adalah, iman. Iman yang seperti itu, iman yang tetap ada meski ombak dan badai seakan menghancurkan hidupmu. Iman yang tetap ada meskipun segalanya terasa buram. Iman seperti itu, yang gwe lihat di hidup seorang sahabat, Amanda Bernice. :)) We all love you.


ps: suka sekali dengan kutipan lagu ini, dan yes dear abe,'tanganmu dipegang teguh..' and i just wondering, kalau gwe (dan yang lain) aja bangga sama lo, betapa luar biasa bangganya Tuhan melihat anakNya kayak gini :")


1 comments:

Anita Bong said...

Aku terharu banget pas baca postingan ini TT_TT

I want that kind of faith!

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.