She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

Sunday updated: Re-charged

I always like Sundays, mungkin lebih tepatnya, i always like going to the Church every Sunday, berharap Tuhan ngomong sesuatu through sermon atau 'hanya' lewat His Presence during the praise and worship. Hari ini, lagi-lagi kotbahnya menusuk...... tau tentang apa? When God is silent, when He says NO, and when He seems too late. 

"Keadaanmu tidak selalu berhubungan dengan perasaan Tuhan terhadap kita". Seringkali ketika kita ngalamin banyak masalah, ngalamin stress, ngalamin musibah, kita berpikir itu karena mungkin kita abis ngelakuin dosa, then Tuhan marah, trus kita dihukum, makanya kita ngalamin masalah/musibah itu. But tonight, the preacher told us kalau, kadang Tuhan biarin duri dalam daging kita tetep ada, bukan sebagai hukuman, tapi emank ada maksud Tuhan disana.

Gwe baru ngeh sama ayat ini pas dibaca bareng-bareng pas kebaktian tadi...

Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:7-10)

Intinya, si Paulus berharap Tuhan mencabut duri dalam daging dia, tapi Tuhan bilang 'no', dan Tuhan bilang 'kasih karuniaKu cukup bagimu'. Pernah gak sih, ketemu orang yang udah dahsyat banget sama Tuhan tapi ada satu hal dalam diri dia atau keluarganya yang kayak 'duh sayang banget yaa...'.. Let say, si Asep, dia luar biasa banget, misi kemana-mana, cinta Tuhan banget deh pokoknya, tapi dia divonis sama dokter kena kanker stadium 4. As human, kita mikir 'duh, kenapa Tuhan gak sembuhin aja sih?, dia padahal udah segitunya sama Tuhan...'. We name it as thorn in flesh, but God name it 'My Grace is sufficient for you'. As Paulus said, justru dalam 'kelemahan' itu, kuasa Tuhan sempurna.... Susah masuk di akal logika yaa? :") Intinya, apaaa yang jadi masalah kita, apa yang jadi 'duri' kita, apa yang jadi beban kita..... percayalah kalau Tuhan pakai itu buat jadi saluran kemuliaan Tuhan dinyatakan.........

"Hari-hari kedepan, jangan buka celah untuk kecewa sama Tuhan". Jleb. Ini cukup menampar gwe personally. Fyi, gwe abis mm well boleh dibilang, beberapa waktu lalu sempet kecewa sama Tuhan, sempet ngambek, sempet merasa Tuhan pilih kasih, sempet merasa capeeeeeek sekali. Hm, bisa dibilang, dari semua aspek hidup gwe lagi ditarik kapasitasnya sama Tuhan, lagi digenjot, dipoles. Pekerjaan lagi sibuk-sibuknya, keluarga lagi yaaaaaaaaa begitulah, pelayanan lagi luar biasa :""), hati... lagi diperban (lagi dan lagi). Semuanya yang happen in one time bikin rasanya kayak dipress di oven panas. Abis malam-malam dimana gwe protes dan kesel sama Tuhan, lalu tahu sih, gwe yang salah... tau sih, i should see dari kacamatanya Tuhan dan tau all these things happen for my good. 

Dan tahu tidak, kita itu sebenernya dirancang buat gak boleh jauh-jauh dari Perancang kita. Kayak kalkulator yang pake sinar matahari buat nyala, kalau kita kelamaan jauh dari sinar matahari, then we're dying dan lama-lama beneran mati. Dan gwe sadar, all these busyness belakangan bikin gwe jarang spend time sama Tuhan, udah bolong-bolong mulu baca Alkitabnya, doa malem aja udah ngantuk banget dan males. Dan layaknya kalkulator itu, i'm dying... in the spirit. Bawaannya gak stabil, mau marah-marah mulu, gampang kecewa, gampang emosi, and you know what, itu semua karena gwe lagi jauh dari Source of Energy itu sendiri.

When all these things happen, ayoo buru-buru balik lagi sama Tuhan (i'm talking to myself) :") and, look back and remember betapa selama ini His Grace is really sufficient for us. Look back and see His Goodness di setiap jejak langkah kita. Then the most important thing, look at ourselves, look at our circumstances and be grateful. Beberapa waktu lalu sempet wawancara salah satu founder sebuah sekolah, and she said, her principle of life adalah 'mengucap syukurlah, itu yang membuat langkah kalian lebih ringan'. And yes, that's true.

So, apapun yang lagi kita alamin sekarang... seberat apapun, sama-sama belajar, buat put the Faith in our heart and mind kalau all things happen work for Good, jangan kecewa sama Tuhan hanya karena kita belom ngerti big planNya, dan jangan jauh-jauh dari Tuhan yuk :") as simple as just dengerin lagu rohani, close your eyes and sing it from your own mouth and heart, sesimple itu kita kayak ke re-charged lagi.

*a reminder for me*

5 comments:

Anonymous said...

thank you.. sdg alami hal yg sama. sharex sangat2 menampar.. mari melihat setiap perkara tdk sbg duri dlm daging, tapi kasih karunia Allah yg sedang Ia nyatakan melalui setiap masalah yg dihadapi. tetap berkarya dlm Tuhan. God bless

Januarti Nainggolan said...

This post as a reminder for me too. Thank you for sharing.. and salam kenal ya.. God bless

christine natalia said...

:") thank you for commented..
God bless you too.. keep the Faith and don't lose hope guys.. hihi :'p

Jerry Trisya said...

Hi teen,

btw, TOTALLY LOVE the new look on your blog ! sorry kalo telat, soalnya selama ini following you via feedly.

THE MOST UPDATED blog dari list yg kita follow, and thanks banget untuk reminder dan sharing khotbah ini.... sangat menguatkan dan me-RECHARGE , sesuai judulnya!

Keep writing, look fowd tulisanmu berikutnya !

christine natalia said...

hai jerry and trisya.. thank you for dropped a comment.. appreciate it! :D most updated? lol.. well, i'm busy nowadays.. jadi jarang ngepost lagi :( will be back soon.. thank youuu :D God bless!

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.