She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

24/7 friendzoned.

Ada teman yang bisanya diajak senang-senang saja, ada teman yang will always be there when you have tough times. Kadang mereka bukan orang yang sama, dan tak apa. Do not demanding and comparing. Enjoy and cherish the moments.

Semalam saya randomly posted in my path yang ternyata dapat respon yang kocak, beberapa sangat setuju, ada juga yang lagi berpikir hal yang sama. 
Pikiran tersebut tercuat di benak saya setelah saya menghabiskan malam saya bersama dua orang teman saya yang sudah lama sekali kami tidak bersua. Tapi malam itu, saya dan salah satu diantaranya malah saling curhat sambil bertetesan air mata, padahal kami lama tidak berjumpa dan ngobrol. We end up saling mengencourage satu sama lain, mendukung satu sama lain.

Saya sudah lama jarang berkoneksi dengan teman-teman yang beberapa waktu lalu ada di inner circle saya, belakangan saya asik bercanda tawa dengan teman-teman dari lingkungan yang lain. Kemarin saya menyadari bahwa, kadang teman untuk bersenang-senang berbeda dengan teman untuk berurai air mata, dan itu tidak apa-apa.

Banyak orang yang menuntut, kenapa si A hanya ada di saat saya senang-senang dan tidak ada di saat saya sedih? Tanpa sadar ia melupakan si B yang selalu ada di saat ia sedih tapi dilupakan karena ketika ia senang-senang, ia hanya mengajak si A. Apakah itu membuat si A disebut teman, dan si B bukan teman, atau sebaliknya?

Sewaktu saya SMA dulu, saya punya satu orang teman dimana saya akan selalu duduk di samping dia kalau saya bete. Tidak banyak yang kami lakukan, saya hanya merasa nyaman di dekat dia kalau saya sedang sedih dan bete. Dia tidak pernah marah-marah dan bilang 'koq luu cuma pas sedih doank dateng ke gwe?', dia tidak pernah bilang begitu. Ketika saya sedang ingin tertawa terbahak-bahak, saya jarang datang ke dia, karena dia pendiam. Tapi itu tidak membuat pertemanan kami renggang, we just enjoy and cherish the moment.

Menurut saya, orang-orang sekarang terlalu menuntut ini dan itu, menuntut yang namanya 'teman' harus ada 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Broh, please. Untuk kalian yang merasa didatangi hanya ketika 'teman' kalian sedih dan punya masalah, anggap saja itu sebagai keuntungan dan pujian, berarti secara tidak sadar kalian memiliki gift untuk menenangkan mereka. Untuk kalian yang merasa ditemani hanya ketika happy-happy dan 'teman' kalian itu tidak ada di saat kalian sedih, coba buka mata lebih lebar, pasti ada segelintir orang yang sebenarnya selalu menawarkan bantuan di saat kamu sedih, tapi pandangan kamu selalu terfokus dengan orang-orang lain.
Sadarilah bahwa kadang, mereka orang yang berbeda. Ada teman yang 'tugasnya' hanya membawa keceriaan di hidup kamu, ada teman yang 'tugasnya' menenangkan ketika kamu sedih, semuanya teman. Just enjoy, cherish every moment. Bersyukurlah masih punya teman di musim-musim tersebut, and remember to not take them for granted

0 comments:

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.