She will have no fear of bad news; her heart is steadfast, trusting in the Lord. (Psalm 112:7)

World VS Word

Semua anak Tuhan punya kelemahannya tersendiri dan iblis punya berbagai jurus untuk menyerang setiap kepunyaan-Nya, tapi jangan sedih.. Tuhan kita Tuhan yang Maha Kuasa yang dimana setiap jurus apapun akan kalah di bawah kaki Tuhan. But, let me tell you stories about my life yang mungkin bisa jadi kesaksian buat setiap kita.

Saya adalah orang yang mudah digoncangkan melalui pikiran, dalam sekejap di saat saya entah sedang jatuh dalam dosa atau jauh dari Tuhan (dimana dua hal itu biasanya adalah sebab dan akibat), saya akan mudah sekali terserang segala jenis pikiran negatif. Tapi Tuhan tidak pernah tinggal diam dalam mengembalikan saya kepada kebenaran yang sesungguhnya. Tuhan tidak pernah lelah untuk terus mengingatkan saya bahwa yang terpenting adalah apa yang Ia katakan, bukan yang dunia katakan.

World says: ‘I am worthless’
Pikiran ini paling sering menyerang saya, ketika saya sedang jauh dari Tuhan dan saya jatuh dalam dosa, saya akan merasa sungguh tidak berguna. Saya akan merasa percuma semua pelayanan yang pernah saya lalui. Saya akan merasa sangat gagal dan memalukan dan saya akan lari semakin jauh dari Tuhan untuk menghindarkan diri dari-Nya. Suatu kesempatan, ketika saya sedang di Thailand saya berkunjung ke sebuah tempat bernama Gem Factory, disana dijual berbagai jenis permata dalam berbagai bentuk dan ada juga workshop dimana para pengrajinnya sedang dengan sangat teliti mengukir batu-batu permata tersebut menjadi perhiasan yang harganya jutaan dan bahkan lebih tersebut. Usaha yang mereka lakukan tidaklah mudah, diperhatikan dengan seksama, diukir, ditiup, dilas, dilap dan dengan sangat hati-hati diolah sedemikian rupa. Ketika saya sedang asyik melihat cara pembuatannya, tiba-tiba ada suara di hati saya yang berkata dengan lembut, ‘this is how I made you’ dan saya langsung tahu itu Tuhan yang berbicara dan tiba-tiba saya diliputi perasaan dikasihi yang membuat saya ingin menangis.

Word says: ‘You are wonderfully made’
For you created my inmost being; you knit me together in my mother’s womb.
I praise you because I am fearfully and wonderfully made;  
Your works are wonderful, I know that full well.
(Psalm 139:13-14)

Melihat bagaimana hati-hatinya para pengrajin tersebut mengukir batu-batu menjadi perhiasan yang berharga membuat saya menyadari bahwa, kalau pengrajin tersebut saja begitu hati-hati dengan batu tersebut, apalagi Tuhan. Betapa sungguh-sungguh terjadi apa yang dikatakan Daud dalam mazmurnya bahwa Tuhan menenun (knit) setiap kita, dan jika perhiasan tersebut yang dibuat tangan manusia saja harganya luar biasa mahal, apalagi kita yang dibuat oleh tangan Tuhan, tangan yang sama yang membuat pelangi, senja dan aurora, Ia Tuhan yang sama yang menenun kita dan masa depan kita.

World says: ‘I have no talent’
Saya adalah orang yang senang stalking orang lain di dunia sosial media, terlebih di instagram yang memudahkan setiap kita untuk melihat kehidupan orang lain dan tidak jarang rasa ‘ingin menjadi mereka’ pun muncul. Seringkali saya terhenti di account-account instagram para wanita-wanita kece yang multitalented, cantik dan kerjaannya foto di berbagai belahan dunia. Percayalah bahwa di instagram, jenis wanita-wanita ini mudah ditemukan. Kemudian secara tidak sadar saya jadi tidak bersyukur dengan diri saya, saya jadi membandingkan diri saya dengan mereka dan saya ingin menjadi mereka. Ketika kita mulai membandingkan diri kita dengan orang lain, disitulah iblis mulai masuk ke dalam pikiran kita dengan segudang jurus negatifnya bahwa, Tuhan tidak adil.. Mengapa mereka cantik, berbakat dan saya tidak? Mengapa mereka begini dan begitu sedangkan saya tidak?

Word says: ’Everyone has their own gift’
‘For it will be like a man going on a journey, who called his servants and entrusted to them his property. To one he gave five talents, to another two, to another one, to each according to his ability. Then he went away. He who had received the five talents went at once and traded with them, and he made five talents more. So also he who had the two talents made two talents more. But he who had received the one talent went and dug in the ground and hid his master's money..’
(Matthew 25:14-30)

Tuhan memberikan kepada setiap orang talentanya masing-masing, bakatnya masing-masing. Masalahnya adalah, apakah kita mengasah dan menggunakannya? Seringkali dari kita ketika diberi kepercayaan tertentu selalu berpikir bahwa kita tidak bisa, orang lain pasti dapat melakukannya. Tanpa sadar sesungguhnya kita sedang seperti hamba yang diberikan satu talenta yang kemudian menguburkannya di dalam tanah. Perlu dipahami bahwa setiap orang memang diberikan kapasitas talenta yang berbeda sesuai kapasitasnya, respon hati kita akan menentukan tindakan kita. Mungkin ada orang yang memiliki begitu banyak bakat, namun Tuhan sesungguhnya tahu bahwa ia dapat memakai dan mengatasinya, namun ada juga orang yang memiliki begitu banyak bakat sehingga ia menjadi terkenal dan tidak dapat mengatasi dirinya dari jeratan harta, kekuasaan dan kepopuleran yang justru membuat ia jatuh. Tentu Tuhan tidak ingin ini terjadi pada anak-anakNya, maka ketika Ia memberikan talenta kepada setiap kita, Ia memberikannya sesuai kapasitas yang dapat kita tanggung. Bersyukurlah dan asahlah sehingga kita terus berbuah.

World says: ‘God doesn’t care about you’
Suatu ketika saya sedang pulang dari kampus dan bergegas menuju ke gereja untuk pertemuan doa. Saat itu jam pulang kantor dan kampus saya berada di tengah-tengah kota yang sangat sibuk di jam tersebut. Bunyi klakson mobil dimana-mana, motor lalu lalang sembarangan, bahkan tempat saya berdiri pun dilalui oleh motor-motor. Angkot yang saya tunggu tidak juga datang, taksi dan ojek pun tidak lewat sama sekali. Saat itu saya kesal luar biasa, saya berkata kepada Tuhan bahwa saya ingin ke gereja untuk pertemuan doa, kenapa Tuhan tidak memudahkan segalanya, toh saya akan ke gereja untuk melayani Engkau. Saya merasa Tuhan tidak peduli dengan keadaan yang sama alami, kalau Dia peduli pasti Dia sudah menyediakan segala sesuatunya sehingga saya tidak perlu susah payah berada di tengah-tengah hiruk pikuk tersebut.

Word says: ‘I know even the little things, and I care’
Indeed, the very hairs of your head are all numbered. Don't be afraid; you are worth more than many sparrows.’
(Luke 12:7)

Tiba-tiba ada suara sangat lembut di hati saya ‘kasih karunia-Ku cukup bagimu..’ Saya shock, mencoba memahami apakah itu suara hati saya, namun tidak mungkin saya yang sedang emosi bisa berkata seperti itu di dalam hati. Tentu itu Tuhan yang dengan lembut mengingatkan saya. Mendadak saya merasa bahwa Dia peduli dengan segala sesuatunya, Dia peduli dengan apa yang terjadi dalam hidup saya, sekecil apapun itu kelihatannya. Kalau Dia tahu berapa jumlah helai rambut setiap kita, itu berarti Dia mengetahui hal-hal detil dan kecil yang terjadi dalam hidup kita. Kalau Dia bahkan tahu berapa jumlah helai rambut kita, jelas menandakan bahwa Dia peduli dengan segala sesuatu mengenai kita.

World says: ‘I misheard God’
Pernahkah kamu merasa, ketika janji Tuhan yang pernah kamu terima beberapa tahun silam tidak kunjung terjadi, kamu mulai meragukan Tuhan. Kamu meragukan bahwa apakah dulu kamu benar-benar mendengar suara-Nya, atau itu hanya angan semata? Saya pernah mengalaminya. Saya merasa Tuhan ingin memakai saya di bidang media, saya dengan sangat yakin merasa bahwa itu janji-Nya. Tahun demi tahun berlalu, berbagai media sekuler yang saya apply tidak kunjung berhasil, saya ditolak untuk entah keberapa kalinya sampai kemudian saya hopeless dan saya mulai meragukan apa yang saya dulu pernah imani dan yakini.

Word says: ‘My promises, yes and amen’
‘Not a single one of all the good promises the LORD had given to the family of Israel was left unfulfilled; everything he had spoken came true.’
(Joshua 21:45)

Janji-Nya bukan tidak terpenuhi, janji-Nya bukan tidak jadi, namun kita yang mungkin tidak sabar dan salah mengintepretasikan janji-Nya. Misalnya saya yang yakin bahwa saya akan dipakai di dunia media, di benak saya, saya akan menjadi orang hebat di dunia media sekuler, saya akan bekerja di sana, saya akan dipromosikan oleh bos dan sebagainya. Tapi mungkin di benak Tuhan, ia ingin saya berada di media rohani dimana saya menulis untuk memuliakan Tuhan, menulis Firman Tuhan dan menjadi berkat di media, rohani. Janji-Nya selalu iya dan amin, hanya saja apa kita sungguh-sungguh dapat memahami rencana-Nya, atau kita punya agenda sendiri dan ingin janji-Nya versi keinginan kita yang terjadi?

Bayangkan apa yang akan terjadi jika saya tidak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya tertulis dalam Firman Tuhan ketika saya diserang dengan pemikiran-pemikiran dunia? Bayangkan jika saya tidak pernah membaca kebenaran-Nya. Tentu saya tidak akan berada di tempat dimana saya berada saat ini, mungkin saya sudah berakhir di penjara karena melakukan tindakan kriminal, atau saya berada di dunia entah berantah atau bahkan hanya tersisa nama saya di dunia ini karena saya menyerah dengan keadaan tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya. Inilah kegunaan ‘belt of Truth’ alias ikat pinggang kebenaran. Dengan mengetahui kebenaran yang sejati yang terdapat dalam Alkitab, kita tidak akan ‘kedodoran’, kita akan terus siap siaga dan berdiri teguh layaknya orang yang memakai ikat pinggang yang kencang dan kuat.

*artikel ini pernah dimuat di www.majalahpearl.com edisi April - Mei 2015*
*dalam rangka terlalu sibuk, jadi copy paste dari apa yang pernah gue tulis tahun lalu* 
HEHEHEHEHE SEEYOU!

0 comments:

Christine Natalia. Powered by Blogger.

Follow by Email

About me

My photo
I write because He is exist. I write because His Grace manifested in my life. I write so one day when I lack of Hope and Faith I can reread all His goodness and mercy that ever happened in my life and my Faith will rise up, in Christ alone.